Trading dan Investasi

ad1

Zona Dewasa

KULINER :  ABHAYAGIRI RESTO, Menikmati Kuliner Dengan Pemandangan Candi dan Gunung Merapi.

KULINER : ABHAYAGIRI RESTO, Menikmati Kuliner Dengan Pemandangan Candi dan Gunung Merapi.


Bagi sebagian orang, tempat yang jauh dari perkotaan menjadi pilihan untuk menikmati hidup. Hal itulah yang ditangkap Abhayagiri Resto di kompleks Sumber Watu Heritage, Sleman. Lokasinya yang dikelilingi beberapa candi menjadikan kesan historical bertambah kuat. Selain itu, restoran ini berada di dataran tinggi dan dikelilingi pepohonan besar yang membuat hawa sejuk langsung terasa. Ditambah lagi pemandangan keren dari atas bukit Sumber Watu Heritage, yakni Gunung Merapi, Candi Prambanan, dan Candi Sojiwan yang berada di hamparan resto Abhayagiri. Dan, tidak jauh dari resto ini masih ada Candi Barong.

Abhayagiri Resto menyajikan menu western dan lokal. Resto ini mampu menampung 300-400 orang, baik indoor maupun outdoor. Resto ini juga biasa digunakan untuk kegiatan corporate gathering maupun launching produk. Tersedia paket coffe break, buffet yang ditawarkan untuk berbagai segmen, mulai dari kalangan menengah hingga VVIP. Menu yang ditawarkan pun bervariasi, dari western hingga lokal. Menu yang menjadi signatured dish lokal adalah Bebek Kebuli, Bebek Rondo Kemul, dan Ulam Gemuling. Bebek Rondo Kemul ini adalah favorit pengunjung. Rasanya yang gurih cocok untuk anak-anak hingga dewasa. Selain itu, tekstur dagingnya juga empuk, karena dimasak slow cooking ditambah penyajiannya yang unik. Sementara minuman lokal yang ditawarkan adalah Jahe blukuthuk. Minuman ini hanya bisa ditemui di Abhayagiri saja, karena asli dari Sumber Watu.



Selain di dalam restonya, pengunjung juga bisa juga menggunakan pendopo yang ada di dekat resto dengan kapasitas 200 orang. Untuk menggunakan pendopo, minimal order 50 pax dengan harga Rp 250.000- Rp 350.000 per pax. Selain itu,  di resto ini juga ada spot khusus bagi pasangan atau keluarga yang ingin menikmati malam dalam suasana private. Restoran buka untuk umum mulai pukul 11.00-21.00 WIB. Pemandangan Gunung Merapi, Candi Prambanan, Candi Sojiwan, akan terlihat jelas sekali pukul 15.00-17.00. Ini akan menambah suasana perayaan yang anda gelar makin meriah. Weekend menjadi waktu terpadat, tak kurang 400 orang memadati restoran. Jumlah pengunjung yang datang setiap bulannya kurang lebih 4000 orang.



KOMUNITAS LIFE WITH LESS, MENGAJAK MENCINTAI GAYA HIDUP MINIMALIS

KOMUNITAS LIFE WITH LESS, MENGAJAK MENCINTAI GAYA HIDUP MINIMALIS


Apakah anda termasuk orang yang suka beli barang tapi ternyata tidak terlalu membutuhkan? Boleh jadi anda termasuk orang yang konsumtif. Dan sudah jelas, menjalani hidup konsumtif seperti itu sangat tidak baik. Karena barang yang sudah terlanjur dibeli, ujungnya akan menjadi sampah saja. Karena keinginan untuk menghibahkan ke orang lain juga tidak ada. Tapi sayangnya, biar pun begitu ternyata banyak orang yang susah melepas budaya itu. Gaya hidup konsumtif masih sering kita temui di tengah-tengah masyarakat.

Atas dasar itulah, seorang wanita bernama Cynthia Lestari merasa terpanggil untuk menyebarkan edukasi seputar gaya hidup konsumtif dengan mendirikan komunitas Lyfe With Less. Komunitas yang dibentuk tahun 2018 ini memang bertujuan mengajak orang untuk meninggalkan gaya hidup konsumtif, dan beralih dengan mencintai gaya hidup minimalis. Esensi dari gaya hidup minimalis adalah cukup, pilah, dan sadar. Cukup dalam artian tidak berlebihan. Sesuai kebutuhan dan bisa dimanfaatkan.

Ajakan komunitas Lyfe With Less untuk menerapkan gaya hidup minimalis ternyata tidak sulit untuk dipraktekkan. Karena semua bisa dimulai dengan menerapkan decluttering barang di rumah. Decluttering adalah kegiatan mengurangi barang-barang yang tidak dibutuhkan yang masih tersimpan di dalam rumah. Sesama anggota komunitas pun akan saling mengingatkan soal ini melalui akun sosial media, salah satunya di Instagram @lyfewithless.

Hingga saat ini, mereka memang masih dalam tahap mengajak dan mengedukasi masyarakat melalui media sosial dengan memperkenalkan tagar #PakaiSampaiHabis dan #BijakBerkonsumsi. Dan rupanya, kerja keras Cynthia mengajarkan gaya hidup minimalis melalui komunitas Lyfewithless pun mulai menunjukkan keberhasilan. Setelah tiga tahun berjalan, komunitas yang dibentuknya sudah memiliki anggota sekitar 18.000-an orang yang berasal dari seluruh Indonesia.

Karena ingin menyebarkan manfaat hidup minimalis seluas mungkin, sehingga untuk bergabung ke dalam komunitas Lyfe With Less pun juga tidak perlu susah payah. Tinggal follow akun Instagram @lyfewithless dan mengikuti podcast-nya saja. Mereka sering mengadakan diskusi di grup Instagram atau menghadirkan IG live bersama berbagai praktisi dari banyak perspektif.

TIPS GAYA HIDUP MINIMALIS YANG BISA DITERAPKAN :

1. Catat dan rencanakan dengan matang sebelum membeli sesuatu. Belilah karena butuh, dan sesuaikan dengan preferensi anda.

2. Tanamkan kebiasaan berhemat.

3. Pindai setiap barang di rumah dan mulailah decluttering.

4. Kelilingi diri anda dengan barang-barang yang bermanfaat, dan eliminasi barang yang sudah tidak dimanfaatkan. Bisa dijual, didonasikan, atau diberikan kepada saudara dan teman.

5. Selain terhadap barang, kita juga bisa melakukan decluttering event atau acara apa saja yang mau kita datangi, berdasarkan prioritas.

6. Kalau biasanya kita "asal diajak ayo saja", sekarang kita harus pintar-pintar memilih berdasarkan prioritas dan urgency mana yang patut didatangi dan tidak.

7. Cobalah isi dompet digital anda hanya pada saat mau memesan saja, dengan nominal yang pas. Agar tidak ada keinginan menghabiskan sisa uang di dompet digital.

8. Selalu mengingatkan diri agar harus berhemat. Karena kita tidak tahu perekonomian ke depannya akan seperti apa. Dan berusahalan menjadi konsumen yang bijak agar bisa bertahan di masa-masa sulit.



LIBURAN CAMPING PRIVATE DENGAN JOGJA CAMPER VAN

LIBURAN CAMPING PRIVATE DENGAN JOGJA CAMPER VAN



Ingin liburan di Yogyakarta dengan nuansa yang baru dan seru ? Mungkin ada bisa mencoba berlibur dengan Jogja Camper Van. Karena di sini kita bisa menikmati liburan dengan camping bersama keluarga di alam terbuka secara private, karena menggunakan mobil berjenis APV dan VW Combi Klasik yang sudah disediakan pengelolanya. Tentu saja moda transportasi tersebut sudah dimodifikasi sehingga nyaman untuk kegiatan berlibur.

Mobil-mobil tersebut sudah memiliki fasilitas lengkap seperti tempat tidur, peralatan masak, bluetooth audio, hingga tenda tambahan serta meja dan kursi untuk bersantai. Lalu terdapat pula lampu tumblr sehingga bisa menghidupkan suasana jadi lebih romantis. Bahkan buat yang ingin berbulan madu pun, pengelola juga menawarkan fasilitas menginap bak di hotel mewah. Disediakan pula pengemudia yang merangkap tugas sebagai helper. Jadi, saat datang, tenda sudah didirikan, makanan pun juga sudah disiapkan. Pengelola pun juga bisa  mengadakan api unggun bila ada yang memesan.

Harga yang ditawarkan untuk menyewa Jogja Camper Van adalah, untuk 1 unit APV untuk paket bulan madu sebesar Rp 900.000/malam dan 1 VW Combi Klasik yang bisa dipakai untuk empat orang seharga Rp 2.500.000/malam. Sementara untuk paket yang tanpa tenda, harganya Rp 2.800.000/7 jam untuk 1 unit VW Combi Klasik paket bulan madu. Dan Rp 1.500.000/7 jam untuk 1 unit VW Combi Klasik paket grup.

Harga yang ditawarkan sudah termasuk fasilitas kamar mandi, bensin kendaraan, pemutaran film di luar ruangan, api unggun, dan makan. Pemesan hanya disarankan membawa peralatan makan dan mandi prinadi. Lalu, untuk lokasi kemah Jogja Camper Van kita bisa memilih di Bukit Watu Mabur, Waduk Sermo, Pantai Glagah, atau di Pantai Watu Kodok. 







MOORISSA TJOKRO : PEREMPUAN INDONESIA DI BALIK KEAMANAN MOBIL TESLA.

MOORISSA TJOKRO : PEREMPUAN INDONESIA DI BALIK KEAMANAN MOBIL TESLA.

Moorissa Tjokro


Bagaimana perasaan anda bila menjadi sosok penting di perusahaan dunia ? Mungkin bisa tanyakan pada Moorissa Tjokro. Perempuan asal Indonesia ini sempat membuat heboh ketika memberitakan tengah berkarier sebagai salah satu insinyur di Tesla, sebuah perusahaan mobil listrik paling populer di dunia. Moorisa bertugas di bagian perangkat lunak untuk sistem keamanan mobil yang bermarkas di Palo Alto, California, Amerika Serikat itu.

Kiprah Moorissa di bidang otomotif tentu dianggap cukup membanggakan, karena selama ini bidang tersebut didominasi oleh kaum laki-laki. Dia berperan penting menjaga keamanan autopilot Tesla. Bersama rekannya dalam satu tim, dia harus mampu membuat pengemudi mobil listrik ini merasa aman berkendara. Tentu saja, ini bukan pekerjaan yang mudah.

Diakui Moorissa, pekerjaannya ini memang penuh resiko dan tantangan. Tapi hal itu sudah disadarinya sejak memutuskan berkecimpung di dunia Science, Technology, Engineering, and Mathemathics (STEM). Moorissa pun tak gentar dengan tantangan pekerjaan yang dihadapi. Dia justru ingin menunjukkan jika dirinya mampu dan bisa menginspirasi perempuan lain untuk mengikuti jejaknya.

Kesukaan Moorissa di dunia STEM sudah dimulai sejak kecil. Moorissa mengaku, dia sangat terinpirasi oleh ayahnya yang berprofesi sebagai insinyur listrik. Lalu suatu hari, dia tertarik untuk mencoba pekerjaan yang biasa dilakukan sang ayah, dan ternyata jadi ketagihan. Bahkan, saat kecil Moorissa seolah tak pernah absen mengikuti lomba sains di sekolah. Alhasil, usai lulus dari SMA Pelita Harapan, Tangerang, dia mendapatkan beasiswa jenjang D3 untuk kuliah di Seattle Central College, Amerika Serikat, pada 2011.

Begitu lulus, Moorissa pun memutuskan melanjutkan kuliahnya di negeri Paman Sam itu. Dia melanjutkan pendidikan S1-nya di Jurusan Teknik Industri dan Statistik, Georgia Institute of Technology di Atlanta. Lalu lanjut ke jenjang S2 Data Science di Columbia University, New York. Setelah lulus dari S2, karier perempuan kelahiran 1994 ini mulai bersinar. Suatu kali, seorang temannya yang bekerja di Tesla mengaku mereferensikannya ke tim Tesla. Tak lama kemudian, Moorissa pun mendapat panggilan untuk bekerja.

Awal bergabung di Tesla, perempuan berambut panjang dan murah senyum ini bekerja di bagian Data Science pada 2018. Tapi karena kinerjanya dianggap membaik, dia dipilih menjadi salah satu dari enam teknisi perangkat lunak autopilot Tesla. Sebagai Autopilot Software Engineer, bagian pekerjaan yang dia lakukan mencakup computer vision, seperti bagaimana mobil itu melihat dan mendeteksi lingkungan di sekitar. Juga bagaimana bisa bergerak atau control and behavior planning.

Secara berkala Moorissa mengevaluasi performa keamanan mobil Tesla. Tak jarang dia terjun sendiri mencoba sistem keamanan autopilot mobil tersebut. Pekerjaan itu tentu sangat menyibukkannya. Bahkan Moorissa mengaku rela kurang tidur demi bisa menghasilkan perangkat lunak yang aman di dalam mobil Tesla yang harganya sangat mahal.

Moorissa juga bercerita, selama bekerja di perusahaan milik Elon Musk itu, dia tidak pernah mendapatkan perilaku diskriminatif dari karyawan laki-laki lain. Namun diakui Moorissa, dia juga sempat merasa kurang percaya diri begitu memulai karier di Tesla, karena keberadaannya masih minoritas. Tapi akhirnya, perempuan yang pernah meraih President's Undergraduate Research Award dan nominasi Helen Grenga ini mengaku dirinya cukup berhasil melewati tantangan itu. Jadi menurutnya, perempuan lain pun juga mulai harus percaya diri bekerja di dunia STEM.


KOMUNITAS STELLAR WOMEN, MENDORONG KAUM PEREMPUAN UNTUK MENGEJAR MIMPINYA.

KOMUNITAS STELLAR WOMEN, MENDORONG KAUM PEREMPUAN UNTUK MENGEJAR MIMPINYA.


Apakah anda punya mimpi dan sampai sekarang masih memendamnya ? Memang yang kita tahu mengejar mimpi itu tak selamanya mudah, baik di bidang karier maupun usaha. Apalagi bagi kaum perempuan. Suka tidak suka, di negara kita masih berkembang budaya patriarki yang selalu menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah daripada laki-laki. Seolah kaum perempuan hanya boleh mengurusi urusan rumah saja.

Tapi beruntungnya, belakangan ini gerakan yang menuntut kesetaraan gender kian marak. Sekaligus mendorong kaum perempuan untuk bisa mengejar mimpinya lebih kencang. Jadi, seharusnya perempuan jangan lagi merasa tidak percaya diri atau merasa bersalah kalau harus bersaing dengan kaum laki-laki. Perempuan juga berhak menunjukkan kemampuan yang dimiliki yang patut dibanggakan.

Atas dasar itulah, Samira Shihab memutuskan mendirikan komunitas yang dinamakan Stellar Women. Samira mengingingkan, komunitas yang dibentuk pada 2019 itu bisa menjadi wadah untuk perempuan yang ingin mengejar mimpinya. Mereka akan mendapatkan support system, baik secara moril mau pun hard skill untuk meraih impiannya itu. Stellar Women terdiri dari perempuan-perempuan yang saling bekerja sama, mendukung, dan menginspirasi satu sama lain.

Menurut Samira, untuk mencapai impiannya, perempuan membutuhkan sosok yang bisa menginspirasi, sehingga bisa memicu semangatnya untuk sampai pada titik tertinggi dalam karier maupun usahanya. Oleh karena itu, di komunitasnya yang sudah memiliki anggota 25 orang ini, ia sering mengadakan workshop tentang kepemimpinan perempuan.

Dalam workshop tersebut, biasanya Stellar Women akan mengundang pembicara yang ahli di bidangnya. Seperti pebisnis perempuan, pemimpin perempuan, hingga tokoh publik. Dengan begitu, para perempuan jadi mendapat sudut pandang baru dan motivasi untuk bisa meraih sukses. Dengan cara itu pula, Shamira yakin kalau perempuan jadi tidak ragu lagi dengan kemampuannya, terutama saat dipilih menjadi pemimpin.

Shamira juga mengatakan, sifat perempuan yang pada dasarnya tangguh membuat mereka tidak mudah digoyahkan dalam setiap ujian. Mereka bisa menangani situasi di dalam krisis, lebih cair dalam berkomunikasi, memiliki empati lebih, dan bisa menyeimbangkan antara kehidupan pribadinya dengan pekerjaan. Dari situlah, mereka bisa menghasilkan keputusan yang bagus, baik untuk perusahaan maupun organisasi.


SITI SORAYA CASSANDRA, KAMPANYEKAN GEMAR BERKEBUN DI PERKOTAAN

SITI SORAYA CASSANDRA, KAMPANYEKAN GEMAR BERKEBUN DI PERKOTAAN

Berkebun di perkotaan rasanya makin digemari, seiring dengan makin gencarnya kampanye hidup sehat. Dengan berkebun, kita tak hanya bisa menikmati hasil alamnya yang segar, tapi juga membantu mengurangi polusi kendaraan di perkotaan serta memberi pemandangan yang indah dan tak mudah bikin stres. Kondisi itulah yang jadi alasan Siti Soraya Cassandra mendirikan Kebun Kumara pada tahun 2016 lalu.

Perempuan yang biasa disapa Sandra ini menjadikan Kebun Kumara sebagai wadah edukasi bagi masyarakat perkotaan yang ingin berlajar berkebun atau bercocok tanam. Dia sempat ingin mencurahkan kemampuannya lewat Kebun Kumara untuk membantu menciptakan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan di perkotaan.


Tidak hanya orang dewasa, Sandra juga ingin mengedukasi anak-anak sekolah untuk mau berkebun dan kenal dengan tanaman. Bukan hanya berkebun, tapi juga mengajak mereka untuk peduli dengan lingkungan, seperti mengenalkan asal muasal makanan yang biasa kita santap, dan ke mana sampahnya akan dibuang.

Kesukaan Sandra dalam berkebun ternyata berawal dari sebuah obrolan. Lulusan jurusan Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 2010 ini menceritakan bahwa dia dan keluarganya memang suka membahas isu lingkungan, seperti polusi udara sampai air. Sampai suatu hari hatinya seperti tersentuh dan ingin berkontribusi lebih banyak lagi kepada masyarakat perkotaan dengan membawa isu lingkungan.

Apalagi sebelumnya, Sandra merasa posisinya sebagai pekerja kantoran tak membuatnya berkembang. Perempuan kelahiran Jakarta 31 Juli 1988 ini pada dasarnya memang tidak suka dengan kerja kantoran, hingga akhirnya memutuskan untuk resign dari posisinya sebagai Social Performance Advisor di Shell Upstream Indonesia. Walau awalnya terasa berat, apalagi harus kehilangan pemasukan bulanan dan harus menciptakan penghasilan untuk bisnis yang mau dia dirikan. Namun, berkat dukungan suami dan keluarganya, Sandra bisa melewati masa sulit itu.

Sampai akhirnya ketika pertama kali memutuskan berkebun, Sandra mengaku sudah siap dengan segala resiko yang diterimanya. Selain itu, perempuan yang pernah menjadi None Jakarta Kepulauan Seribu 2010 ini juga siap bila akhirnya harus sering terpapar sinar matahari dan tubuhnya kotor. Karena memang dia sudah suka dengan lingkungan, jadi sudah terbiasa memegang cangkul, berkawan dengan tanah, juga melihat belatung dan ulat.

Syukurnya, kerja keras Sandra mengedukasi masyarakat perkotaan untuk berkebun berujung manis. Pada 2019, aksi yang dilakukannya berhasil diabadikan dalam sebuah film dokumenter berjudul Semes7a. Film yang diproduseri Nicholas Saputra ini menampilkan Sandra sebagai salah satu dari tujuh orang yang dianggap aktif melindungi bumi. Selain itu dia juga terpilih mengkampanyekan #IshapeMyWorld, sebuah kegiatan yang menginspirasi dari perempuan yang berani ambil kendali mengubah dunia jadi lebih baik.


KOMUNITAS : ALPAS.ID, EDUKASI KESEHATAN MENTAL DAN JADI TEMAN CURHAT

KOMUNITAS : ALPAS.ID, EDUKASI KESEHATAN MENTAL DAN JADI TEMAN CURHAT

Berdasarkan riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dijelaskan bahwa ada 1 miliar orang yang hidup dengan gangguan kesehatan mental. Bahkan, WHO juga mengungkapkan setiap 40 detik ada satu orang meninggal karena bunuh diri. Fakta itu tentu sangat mengkhawatirkan. Lantas, bagaimana caranya kita merawat dan menjaga kesehatan mental agar tidak sampai mengalami gangguan atau depresi ? Sementara informasi seputar kesehatan mental itu sendiri jarang yang bisa dipercaya.

Atas kondisi itulah, 4 sahabat yang terdiri dari Olphi Disya Arinda, Nathania Kusuma, Fathin Nibras, dan Lavinia Celina, membentuk Alpas.id. Komunitas yang didirikan pada Januari 2019 ini bertujuan untuk memberikan edukasi soal kesehatan mental dari para ahlinya. Kebetulan, tiga dari mereka adalah lulusan psikologi, sehingga dirasa bisa memberikan edukasi yang sesuai dengan apa yang sudah mereka pelajari. 

Dengan menghadirkan tenaga ahli, diharapkan akan banyak orang yang jadi terbantu sehingga bisa terhindarkan dari depresi. Pasalnya, memang tak semua orang punya teman curhat yang membuat mereka nyaman untuk bertukar kisah.

Lantas, apa saja yang telah dilakukan komunitas yang jumlah anggota internalnya sudah mencapai 40 orang ini ? Setelah berjalan beberapa bulan, Alpas tak hanya mengedukasi soal kesehatan mental lewat media sosial saja, tapi juga secara langsung. Mereka meluncurkan inovasi peer consulting secara gratis, sebagai teman masyarakat yang ingin curhat. Caranya, tinggal buka aplikasi Line, dan sampaikan ke akun Alpas.id.

Tak hanya konsultasi secara online saja, Alpas juga rutin mengadakan pertemuan untuk membahas beragam masalah kesehatan mental bersama para ahlinya. Biasanya kegiatan itu dilakukan sebulan sekali. Dalam kesempatan itu mereka akan membahas topik-topik yang sangat related dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Selain melalui Line, kalau anda ingin curhat atau tertarik bergabung dengan komunitas Alpas.id, anda juga bisa langsung KImengunjungi akun instagramnya.


ad2

Iklan Gratis

Peluang Bisnis

Berita Terkini

Chord dan Lirik

Tempo Doeloe